Kandungan Gizi dan Khasiat Jamur Tiram

Mungkin sudah banyak orang sudah mengetahui khasiat dari jamur tiram ini, karena jamur sudah dikenal oleh masyarakat luas. Jamur tiram memang mempunyai berbagai macam khasiat diantaranya adalah dapat menurunkan kolesterol dan darah tinggi, namun informasi tentang khasiat jamur tiram masih sebatas dari mulut ke mulut. Hemm, tentu kita harus tahu mengapa jamur tiram punya khasiat seampuh itu. Berikut penjelasannya:

Menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian dalam Sumarmi (2006), jamur tiram mengandung protein rata-rata 3,5-4 % dari berat basah. Hal ini berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung dari berat kering, jamur tiram mengandung protein yang cukup tinggi yaitu sebesar 19-35%, apabila dibandingkan dengan produk makanan pokok lainnya, seperti beras yang hanya 7,3%, gandum 13,2%, kedelai 39,1%, dan susu sapi 25,2% . Jamur tiram juga mengandung 9 macam asam amino yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin dan fenil alanin. 72% lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh, sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya. 28% asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak. Menurut Listiyowati (2005), asam amino esensial jamur tiram sangat direkomendasikan untuk makanan diet sehari-hari.

Masih menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian dalam Sumarmi (2006) menyatakan bahwa jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B, C dan D. vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol), dalam jamur tiram cukup tinggi. Mineral utama tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium dan Magnesium. Mineral utama tertinggi adalah : Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%. Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.

Menurut FAO (Food Agriculture Organisation) (1992) dalam Soenanto (2000), dalam setiap 100 gram jamur tiram mengandung: protein 13,8 gram, serat 3,5 gram, lemak 1,41 gram, abu 3,6 gram, karbohidrat 61,7 gram, kalori 0,41 gram, kalsium 32,9 gram, zat besi 4,1 gram, fosfor 0,31 gram, vitamin B1 0,12 gram, vitamin B2 0,64 gram, vitamin C 5 gram, dan niacin 7,8 gram.

Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini termasuk aman untuk dikonsumsi. Adanya serat yaitu lignoselulosa baik untuk pencernaan. United States Drugs and Administration yang melakukan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram. Sehingga mereka berpendapat bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Di Jepang saat ini sedang diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor (Sumarmi, 2006).

Menurut Bobek et. al (1998) dalam Widyastuti dan Istini (2004), jamur tiram sangat bagus untuk penderita jantung kardiovaskular dan untuk mengendalikan kolesterol. Jamur tiram berperan sebagai antitumor, antioksidan, dan menurunkan kolesterol. Chan dan Buswell (1996) dalam Widyastuti dan Istini (2004), menyebutkan jamur pangan tidak hanya lezat, juga berkhasiat berkat nutrisi yang tinggi dan mempunyai khasiat obat seperti antikanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh antidiabetes dan hipolipidemik. Redaksi Trubus melalui buku “Jamur Tiram Dua Alam” menyebutkan, hal serupa juga diungkapkan oleh Paul Stament, ahli jamur di Washington State University Departement of Agriculture, Jamur tiram juga bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri, antiinflamasi, antiviral, tekanan darah, dan memberbaiki sistem imun.

Jamur yang dapat dikonsumsi selain kandungan gizi yang cukup tinggi, juga banyak manfaatnya bagi kesehatan. Jamur tiram mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia sebagai protein nabati yang tidak mengandung kolesterol sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung serta untuk mengurangi berat badan dan diabetes. Kandungan asam folatnya (vitamin B-kompleks) tinggi sehingga dapat menyembuhkan anemia (kekurangan darah) dan obat anti tumor. Digunakan untuk mencegah dan menanggulangi kekurangan gizi dan pengobatan kekurangan gizi dan pengobatan kekurangan zat besi. Untuk terapi pengobatan sebaiknya tidak digoreng karena bisa menurunkan kadar vitaminnya dan zat-zat yang bermanfaat untuk penyembuhan penyakit (Alda et al., 2001).

Setelah mengetahui kandungan gizi dan khasiat jamur tiram, sekarang yang menjadi kendala adalah bagaimana kita bisa melakukan terapi pengobatan dengan jamur tiram untuk aneka penyakit kronis tersebut. Saya sudah cari-cari lewat buku maupun internet namun belum ketemu, mungkin teman-teman ada yang tahu?

Sumber:

Alda, E.R., D.R. Permana dan T. Pasaribu. 2001. Aneka Jamur Unggulan yang Menembus Pasar. Grasindo. Jakarta

Cahyana, Y.A., Muchroji dan M. Bakrun. 1999. Budidaya dan Analisis Usaha Jamur tiram. Penebar swadaya. Jakarta.

Listiyowati, S. 2005. Jamur Pangan Sebagai Alternatif Pengganti Daging Sapi Dan Efeknya Terhadap Budidaya Jamur di Indonesia. Makalah Falsafah Sains (pps 702). Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor

Soenanto, H. 2000. Jamur Tiram Budidaya dan Peluang Usaha. CV. Aneka Ilmu. Semarang

Sumarmi. 2006. Botani dan Tinjauan Gizi Jamur Tiram Putih. Jurnal Inovasi Pertanian. Vol. 4, No. 2, (124-130)

Widyastuti, N dan S, Istini. 2004. Optimasi Proses Pengeringan Tepung Jamur Tiram putih (Pleurotus Ostreatus). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, April 2004, hal 1-4. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bioindustri, BPPT. Jakarta.



Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India