Sebanyak 15 baglog ditumpuk dengan interval sebuah cincin plastik
berdiameter 11 cm. Tumpukan baglog itu disatukan dengan seutas tali
plastik yang lazim dimanfaatkan untuk jemuran pakaian.
Keistimewaan teknologi itu adalah efisiensi lahan. Bayangkan populasi
kumbung alias rumah tanam jamur 21 m x 8 m mencapai 44.000 baglog;
sistem konvensional, 13.000. Artinya populasi naik 338%. Itulah temuan
baru Muhammad Attamimi, pekebun jamur di Ciwidey, Bandung.
Hanya itu kelebihan sistem gantung? Ternyata tidak. Dengan
meningkatnya populasi kemungkinan besar juga terjadi lonjakan produksi.
Apalagi Atamimi membuka kedua ujung...
Membuat Pupuk Kompos dari Baglog Jamur

Limbah baglog atau media jamur tiram yang sudah tidak produktif jika tidak dimanfaatkan akan menjadi sampah yang menumpuk dan mengotori lingkungan. Saat ini banyak petani jamur yang sudah mulai memanfaatkan limbah baglog tersebut menjadi sesuatu yang mempunyai nilai tambah bahkan dapat dijadikan sebagai usaha tambahan. Pemanfaatan limbah baglog tersebut antara lain untuk media ternak belut, media ternak cacing dan bahan baku pupuk organik.
Pada tulisan kali ini saya baru memanfaatkan limbah baglog sebagai bahan baku pupuk organik, sesuai dengan pengalaman yang sudah saya lakukan. Pupuk organik...
Limbah Baglog, Media Budidaya Belut

Kabar baik bagi petani jamur tiram, limbah baglog jamur tiram ternyata banyak manfaatnya. Bisa dibaca pada postingan yang telah lalu yang berjudul: Pemanfaatan Limbah Media Jamur Tiram. Adapun pada postingan kali ini, kita akan mengupas manfaat lain dari baglog jamur tiram, yaitu pemanfaatan limbah baglog sebagai media budidaya belut. Berikut artikel yang saya copas dari situs trubus-online.co.id dengan artikel yang berjudul "Bukan Lumpur, Tapi Baglog Jamur." Selamat mengikuti.
Sudah 2 minggu kolam 20 m2 itu kosong melompong. Eman Rahman, pemilik kolam di Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, itu sulit mencari lumpur pengisi kolam agar...
Mengapa Jamur Tiram Sulit Panen?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka saya nukilkan artikel yang ditulis oleh mas Dyan Widyastanto di blog rumah jamurnya. Semoga artikel berikut bermanfaat bagi kita.
Suatu ketika ada beberapa pembudidaya jamur yang bertanya mengenai baglog jamur yang dia budidayakan. Pertanyaannya yaitu kenapa baglog jamur yang sudah tumbuh penuh sulit keluar bakal jamurnya. Pertanyaan ini mungkin bisa diperjelas lagi, yaitu baglog sulit keluar jamur pada awal pembukaan dan lamanya rentang antar panen pada baglog jamur. Penyebab pemasalahan ini bukan hanya pada petani yang membudidayakan baglog jamurnya, tapi juga pada proses pembuatan baglog...
Budidaya Jamur Tiram Tanpa Baglog, Bisakah?

Sebenarnya saya sendiri tertarik ketika membaca suatu judul yang berbunyi “Tiram Tanpa Baglog” yang diterbitkan oleh Majalah Trubus edisi November 2004. Salah seorang praktisi jamur yang bernama NS. Adiyuwono menyatakan "Hasil Penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan mutu dan hasil antara jamur tiram yang ditanam di baglog dan tanpa baglog. Dari 150 kg media yang terdiri dari serbuk gergaji, dedak, kapur, polard atau dedak gandum, dan air dihasilkan jamur tiram 50 – 62,5 kg. Itu setara dengan 150 kg yang dimasukkan pada 125 baglog." Ini merupakan penelitian dari Indonesia Mushroom Center yang bekerja sama dengan pekebun asal Cina.
Terbayang...