Membuat Biakan Murni (Bibit F0) Sendiri

Bibit jamur tiram biasanya diambil dari bagian jamur tiram itu sendiri, yang kemudian ditanam pada media PDA (Potatoes Dextrose Agar). Inilah yang disebut dengan sistem kultur jaringan. Hasil dari kultur jaringan ini kemudian disebut sebagai biakan/kultur murni atau bibit F0. Bibit F0 biasanya dijual dengan harga yang cukup tinggi yaitu berkisar 150.000/botol.

Hemm, mungkin karena membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi kali ya? sehingga harganya semahal itu. Namun, sebenarnya membuat bibit F0 tidak sesulit yang dibayangkan. Contohnya saya (hehehe).. Alhamdulillah bisa bikin bibit F0 sendiri secara otodidak tanpa ikut pelatihan sama sekali.. (bukan sombong lho ya.. Cuma sekedar sharing, hehe). Intinya kalo kita mau belajar, insya Alloh bisa..!!!. Oke, langsung saja berikut langkah-langkah membuat bibit F0.  

Siapkah bahan-bahan:
  1. Indukan jamur yang berkualitas, cirinya: masih muda, bertangkai tunggal atau ganda, dan memiliki tangkai yang besar dan kokoh, serta tidak terserah hama dan penyakit.
  2. Media tanam PDA, silahkan cek tulisan ini: Membuat PDA Sendiri 
  3. Alkohol kadar 75% atau lebih, bisa juga diganti dengan spirtus.
Siapkan peralatan:
  1. Laminar Air Flow (LAF), kalo tidak punya bisa diganti dengan kotak pembibitan sederhana, atau bisa diganti juga dengan bekas aquarium/kardus yang besar/dll, kemudian hadapkan lubang ke depan.
  2. Spayer, bunzen, pinset, cutter dan gelas dalam ukuran kecil. Spayer dan gelas kemudian diisi alkohol secukupnya.
Langkah selanjutnya:
  1. Semprot secara merata ruangan tempat inokulasi (LAF) dengan spayer, semprot juga peralatan yang akan digunakan seperti: pinset dan cutter, kemudian keduanya ditaruh di dalam gelas yang berisi alkohol.
  2. Siapkah indukan jamur, kemudian masukkan dalam kotak pembibitan. Kalo perlu indukan jamur juga sebelumnya disemprot dengan alkohol biar lebih steril. 
  3. Api bunzen dinyalakan dalam ruangan selama kurang lebih 5 menit, untuk menjaga ruangan agar tetap steril.
  4. Setelah semuanya siap, semprot kedua tangan dengan alkohol dan jangan lupa membaca basmallah. Bismillah...
  5. Langkah selanjutnya yaitu, buka tutup botol PDA kemudian taruh di dekat api bunzen dalam posisi botol membuka ke atas, kemudian ambil indukan jamur dan belah menjadi dua bagian.
  6. Kemudian ambil cutter dan panaskan dan celupkan beberapa kali ke dalam alkohol, dan panaskan kembali dan diamkan beberapa detik.
  7. Ambil sayatan antara tudung dan tangkai jamur kurang lebih 5 x 8 mm, kemudian ambil pinset kemudian panaskan dan celupkan beberapa kali ke dalam alkohol dan panaskan kembali dan diamkan dalam beberapa detik. 
  8. Ambil sayatan tersebut dengan pinset, dan letakkan eksplan ke dalam botol PDA, dan usahakan dilakukan secara cepat dan selalu dekat dengan api bunzen.
  9. Tutup kembali botol PDA dengan kapas, dan kertas koran selanjutkanya ikat dengan karet gelang. Letakkan botol PDA dengan posisi miring (horisontal). Simpan pada suhu kamar.
  10. Lakukan langkah yang sama untuk inokulasi bibit F0 selanjutnya, dan jangan lupa setelah selesai ucahkan hamdallah. Alhamdulillah...
Dalam beberapa hari bibit F0 kita akan kelihatan apakah berhasil atau tidak, biasanya bibit F0 yang berhasil dalam 2-3 hari eksplan sudah menampakkan pertumbuhan miseliumnya yang putih bersih, dan beberapa hari kemudian miselium akan menjalar di permukaan PDA. Sedangkan bibit F0 yang gagal biasaya ditandai dengan lambatnya pertumbuhan miselium, timbul warna selain warna putih pada media PDA dan mengeluarkan cairan berwarna putih susu yang tandanya PDA telah terkontaminasi bakteri.

Mudahkan...!!! Selamat mencoba...

Purwokerto, 26 Juni 2012

Sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi84XIyBfZQgNS_sFr1l4LncO4wOFbiUJ0entgpIQek5ZBt7TSYUaEwyNgWWZw8N7fV3UrQZfMSw-PMThvjEWkqrXuTUoZJxHxbubxHgXafDziVMQmajGVAJ2RFgEX-HzRng73W56WBWmE/s320/botol+f0.JPG


Artikel Terkait:

0 komentar :

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha , Car Price in India