Channel You Tube Kami...

Selamat pagi sobat jamur, sudah lama tidak jumpa. Semoga tetap sehat dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa..

Saya ingin berbagi informasi, bahwa sekarang selain melalui blog ini, saya ingin berbagi seputar tips budidaya jamur tiram yang dinilai lebih inspiratif, dan menyenangkan dibanding dengan tulisan semata, yaitu melalui video di youtube.

Channel kami: https://www.youtube.com/channel/UCmlxdjeWyEZzARoM9HLaOHw 

Silahkan sobat jamur klik SUBSCRICE untuk mendapatkan video terbaru dari kami.

Terimakasih

Toko Online

Telah dibuka toko online blog oemah jamur di tokopedia, atas nama Jamur Pantura, silahkan bagi teman-teman yang mau order bisa lewat toko tersebut. Berikut linknya: https://m.tokopedia.com/jamurpantura

Kalo belum punya akun di tokopedia bisa lewat Sms/Wa 085226144218.

Harap maklum toko baru dibuka, jadi barang yang dijual belum komplit, masih proses penambahan produk.

Makasih

Jamur Tiram Kuning (Pleurotus Citrinipileatus)

Jamur Tiram Kuning (Pleurotus citrinipileatus) tudungnya kecil-kecil hanya berdiameter 2 sampai 5 cm berwarna kuning cerah bak emas sehingga dijuluki golden oyster alias jamur tiram emas. Warna sedikit memudar ketika dimasak. Aromanya sangat tajam, seperti obat. Termasuk jamur tipe kering sehingga sangat cocok dibudidayakan di dataran tinggi.

Dibalik warnanya yang cantik ternyata jamur tiram kuning memiki banyak manfaat. Berikut manfaatnya yang saya nukil dari buku 'Jamur Tiram Dua Alam' yang diterbitkan oleh Trubus 2010.

Pertama, ekstrak jamur tiram kuning bersifat antioksidan dan anthiperlipidemia. Jamur emas mengandung lektin yang berkhasiat anti tumor. Hasil penelitian di China, dengan memasukkan 5 mg lektin per bobot tubuh tikus pengidap sarkoma, mampu menghambat pertumbuhan tumor hingga 80%. 

Kedua, ekstrak gilikoprotein dari jamur tiram kuning berdosis 12,5 mg/ml ampuh menghadang proliferasi sel kanker leukimia. Ia pun bisa dimanfaatkan sebagai afrodisiak, yaitu pembangkit gairah laki-laki.

Tertarik untuk membudidayakannya? sayang, untuk mendapatkan bibit jenis jamur ini agak sulit,  produsen bibit jamur enggan memproduksi bibit jenis ini, dikarenakan jamur tiram kuning produktifitasnya rendah dan kurang laku dipasaran.

Batang, 1 Oktober 2017

Mengapa Bibit Jamur Tidak Merambat?

Tidak semua jalan itu lurus, terkadang berliku bahkan tidak jarang menemui jalan yang terjal. Begitu juga dalam usaha budidaya jamur tiram, tidak semua produksi kita sukses, ada saja kendala dalam produksi baglog jamur. Terkadang baglog kurang padat, terlalu kering/basah, kontam, miselium lambat , bahkan mati. Diantara kendala tersebut, kendala miselium mati masih menjadi misteri oleh sebagian pembudidaya jamur. Mengapa bibit yang ditanam tidak merambat? Bibit yang tidak merambat disebabkan oleh 2 hal, pertama karena bibitnya dan kedua karena medianya.

Setiap bibit memiliki viabilitas yang berbeda, ada yang kuat dan ada yang lemah. Bibit yang memiliki viabilitas lemah beresiko  gagal produksi karena miselium tidak mampu beradaptasi pada media baru. Ciri-ciri bibit dengan viabilitas rendah adalah ketika ditebar dibaglog dalam waktu 1-2 hari tidak mengembang. Selain faktor bibit, faktor media juga berpengaruh. Media yang tidak sesuai menyebabkan miselium sulit berkembang, dan akhirnya mati.

Bagaimana membedakan bibit tersebut mati karena bibit atau karena media tanamnya? uji coba bibitnya dulu. Caranya cukup mudah, kita korek dulu bagian bibit yang paling atas 2-4 cm kemudian diamkan selama 1-2 hari, kalo bibit mengembang berarti bibitnya tidak masalah. Kalo bibitnya tidak bermasalah, maka dapat disimpulkan bahwa yang bermasalah adalah medianya, maka kita perlu melakukan evaluasi pada proses pembuatannya.

Baglog harus kita evaluasi, apa yang salah? evaluasi dari serbuk kayu, bekatul, kapur, dan air yang kita gunakan. Kalo semua sama. Maka kita evaluasi proses pembuatannya, meliputi pencampuran, sterilisasi, inokulasi, dan inkubasi. Tapi menurut pengalaman kami, faktor utama  bibit tidak berambat adalah faktor pH yang rendah. Ph yang rendah seringkali disebabkan oleh proses pengolahan yang tidak baik.

Beberapa penyebab pH rendah adalah baglog tidak langsung disterilisasi. Baglog akan berubah menjadi lebih asam, karena ada proses dekomposisi yang belum sempurna oleh mikroorganisme.  Mikroorganisme akan mengubah bahan organik menjadi asam organik. pH media yang paling baik adalah pH netral yaitu diangka 7-8. pH yang tidak sesuai akan menghambat pertumbuhan miselium. Untuk mengantisipasinya bisa dengan baglog langsung sterilisasi. Kalau ada kendala, bisa dengan menambah kapur, mengurangi bekatul, bisa juga dengan mengurangi kadar air baglog.

Tambahan:

Kalo yang tidak merambat 1-2 persen, kemungkinan itu disebabkan oleh bibit bagian paling atas. Bibit paling atas mempunyai viabilitas paling rendah yang berasal dari media indukan. Miselium bibit induk merambat ke media baru, sehingga miselium pada bagian atas berkurang jumlahnya. Baiknya media paling atas 1-2 cm dibuang, atau pada inokulasi baglog pertama dan kedua bibit diperbabanyak.

Untuk mengukur tingat keasaman media baglog, bisa menggunakan pH meter tanah.

Batang, 1 April 2017

Pakai Bibit F3, Siapa Takut?

Pada awalnya bibit sebar menggunakan f3, namun karena produsen bibit sekarang mampu memproduksi bibit f2 dalam jumlah besar maka sekarang bibit sebar banyak yang menggunakan f2, bahkan dibeberapa tempat ada yang menggunakan bibit f1 sebagai bibit sebar, harganya pun bersaing. F1 yang tadinya 50-100rb/botol, sekarang diobral 10-20rb/botol, bahkan ada yang jual 6.000/botol.

Betul, kalau dikatakan bahwa f2 lebih baik dari f3, f1 lebih baik dari f2, tapi itu dari indukan yang sama, namun apabila kita membandingkan antar produsen bibit jamur maka hukum itu tidak berlaku. Bibit f1 nya produsen A belum tentu lebih baik dari bibit f2 nya produsen B. Jangan kawatir menggunakan bibit f3 karena produsen bibit f3 punya banyak pertimbangan, salah satunya adalah melatih bibit untuk beradaptasi, yaitu dengan menambah serbuk setiap ada peremajaan sampai bibit siap ditanam di baglog.

Kualitas bibit tidak hanya tergantung dar f berapa. Namun, ditentukan oleh banyak faktor seperti bibit induk, media bibit, nutrisi, kadar air, umur bibit, penyimpanan dll. Tapi, yang terpenting adalah indukannya alias biakan murninya (f0), kalau bagus f0 nya maka mau berkali-kali diturunkan jadi f berapa pun gak masalah, kalo f0 nya jelek mau diturunkan jadi f1 terus ditanam dibaglog juga hasilnya jelek.

Walau begitu, kita harus menerapkan SOP dalam pembuatan bibit jamur tiram, dan harus tahu biakan yang seperti apa yang dapat diturunkan berkali-kali dan biakan yang diturunkan beberapa kali saja. Jadi, yang penting bukan f berapa, tapi apakah bibit tersebut mempunyai viabilitas yang baik?

Kalau kita merujuk pada UU Benih No. 19 tahun 1992, maka benih digolongkan menjadi 4 tingkat. Pertama, Benih Penjenis (BS), kedua Benih Dasar (BD), ketiga Benih Pokok (BP), dan ke empat Benih Sebar (BR). Kita bisa samakan dengan bibit  jamur. BS setara dengan f0, BD setara dengan f1, BP setara dengan f2, dan BR setara dengan f3. Nah, harusnya yang dijadikan bibit sebar adalah f3 kan, bukan f2 apalagi f1?.

So, jangan ragu pake f3 ya?

Batang, 16 september 2016

Jamur Tiram Coklat (Pleurotus Cysditious)

Pada umumnya jamur tiram coklat sama seperti jamur tiram putih, yang membedakan adalah warna tudungnya. Jamur tiram coklat, warna colkat hanya pada permukaan atas tudung, sedang tangkai dan bawah tudung warnanya putih. Jamur tiram coklat memiliki aroma khas seperti jamur merang. Rasanya juga mirip dengan jamur merang, hanya lebih lunak jamur merang. 

Jamur ini lebih tahan lama disimpan daripada jamur tiram putih, dikarenakan kadar airnya yang tergolong rendah. Jamur tiram coklat mulai dilirik konsumen karena rasanya yang enak dan harganya juga lebih murah dibandingkan dengan merang. Petani jamur tiram perlu mencoba membudidayakan jenis jamur ini, dikarenakan harganya yang lebih mahal daripada jamur tiram putih. Harga tiram putih di jawa dari tingkat petani dihargai kisaran 8 – 10 ribu/kg, sedangkan jamur tiram coklat 12 – 16 ribu/kg. 

Karakter tumbuhnya seperti Jamur Tiram Putih Strain Thailand yang tumbuh serentak, yang membedakan hanya tudung jamur tiram coklat lebih lebar dan tangkainya lebih sedikit. Miseliumnya tipis, cepat merambat. Miselium tiram coklat lebih lemah dibandingkan dengan tiram putih, sehingga baglog harus dimasak dengan matang. Bila sudah panen beberapa kali sering didapati jamur ini tumbuh tunggal yaitu hanya satu tangkai. 

Perawatan jamur tiram coklat sama seperti jamur tiram putih, hanya saja harus lebih sering disiram karena jamur tiram coklat termasuk jamur tipe kering. Permukaan baglog juga harus lebih sering dibersihkan dikarenakan jamur ini sering menyisakan pinhed yang mati. Untuk mempertahankan warna coklat, pemanenan diusahakan masih muda, karena semakin tua jamur warnanya semakin memudar.

Batang, 24 Oktober 2016

Jamur Tiram Strain Thailand

Jamur tiram strain thailand memiliki nama berbeda disetiap daerah. Misalnya ditempat saya batang, jawa tengah. Jamur ini dikenal dengan jamur tiram biru, karena pinhed warnanya agak kebiru-biruan. Beda halnya dengan daerah lain misal rembang jateng, dikenal dengan sebutan strain hibrida. Di bayuwangi, jawa timur dinamakan dengan strain melati. Sedangkan di palembang jamur ini lebih dikenal dengan sebutan tiram salju. 

Jamur ini memiliki rumpun, kecil2 dan banyak. Miselium jamur ini tebal, lebih tebal dari Jamur Tiram Strain Florida. Pinhed agak kebiru-biruan, namun seiring waktu warnanya jadi memudar jadi putih keabu-abuan. Tangkai jamur kecil dan berbulu. Kalau dibandingkan dengan jenis tiram putih lainnya jamur ini paling cepat tumbuhnya, begitu mesilium memenuhi baglog biasanya tidak lama akan tumbuh pinhed. Sering juga didapati miselium belum memenuhi baglog sudah muncul pinhed. Interval panen cepat, sehingga baglog cepat afkir. Jamur tiram strain thailand memiliki kadar air rendah sehingga cocoknya dibudidayakan di dataran tinggi yang memiliki kelembaban tinggi. 

Jamur ini juga bisa dibudidayakan di dataran rendah. Namun, jamur harus lebih sering disiram dan diusakan jamur dipetik ketika masih muda. Panen muda, jamur masih menyimpan kadar air yang cukup banyak. Panen tua menyebabkan bobot air berkurang dikarenakan kadar air menguap. Di, pasar tradisional Jamur ini sangat disukai pedagang pasar karena bila dikemas kelihatan lebih banyak, sehingga terkesan lebih murah. Jamur ini cocok bila dijadikan kripik, jamur lebih cepat kering dan renyah saat dimasak. 

Batang, 24 oktober 2016

Timbangan Digital Jamur Tiram

Timbangan digital ini sangat cocok menimbang bahan dasar PDA, sehingga dalam menakar bahan, tidak terjadi kelebihan, ataupun kekurangan bahan. Misal bahan detroksa, maka apabila menakarnya pake perasaan maka hasilnya kurang pas. Timbangan ini juga dapat menimbang hasil jamur lebih akurat. Oleh karena itu, timbangan ini harus anda miliki. 

Spesifikasi: 
  • Satuan gram dan oz 
  • Capacity Max 10 kg 
  • Baterai AAA 2 pcs (bonus) 
  • Tare dan auto off 
  • Berat 0.5 kg 
Keterangan lengkap lihat brosur di dalam kemasan.. 

Fungsi 'TARE' dalam timbangan sangat membantu dalam menimbang bahan PDA, sehingga timbangan tidak kotor. Fungsi tare ini berguna untuk mengabaikan berat wadah saat ditimbang, caranya cukup menaruh wadah kemudian tekan tare, maka display akan kembali ke angka 0 kemudian masukkan bahan yang akan ditimbang. 

Harga: Rp. 120,000 (Bebas ongkir pulau Jawa/luar Jawa plus 10.000) 

Tertarik..? Monggo di Order.. 08562881606

Jamur Tiram Pink (Pleurotus Flabellatus)

Jamur tiram pink sering disebut juga jamur tiram merah, merupakan salah satu jenis jamur tiram yang mempunyai warna yang mempesona, warnanya yang cerah kemerah-merahan membuat orang yang melihatnya jadi terkesima. Namun, jamur tiram pink masih kalah populer bila dibandingkan dengan jamur tiram putih, sehinga jamur tiram pink masih jarang ditemui di pasaran. 

Jamur tiram pink mempunyai aroma khas, aromanya seperti jamur lingzhi, berwana merah muda, mempunyai banyak rumpun, dan mempunyai tekstur yang agak keras. Pertumbuhan pinhed jamur pink lebih cepat bila dibandingkan dengan jamur tiram putih, namun hasilnya lebih sedikit. Jamur tiram pink merupakan salah satu jenis jamur tipe kering, sehingga lebih cocok bila dibudidayakan di daerah dataran tinggi yang mempunyai kelembaban tinggi. Dibalik bentuk dan warnanya yang cantik, ternyata jamur tiram pink sangat baik untuk kesehatan. Apa saja itu? 

Pertama, dapat menghentikan pendarahan dan mempercepat pengeringan luka pada permukaan tubuh, mencegah penyakit diabetes mellitus, penyempitan pembuluh darah, menurunkan kolesterol darah, menambah vitalitas dan daya tahan tubuh, serta mencegah penyakit tumor atau kanker, kelenjar gondok, influenza, sekaligus memperlancar buang air besar (Djarijah dan djarijah, (2001) dalam Susiana (2010). 

Kedua, jamur tiram merah jika dikonsumsi dalam bentuk kering, jamur ini mengandung vitamin C sebanyak 35-58 mg/100 gr dan vitamin B2 sebanyak 4,7- 4,9 mg/ 100 gr, karena itu tidaklah mengherankan jika jamur tiram memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan tubuh, antara lain sebagai sumber protein nabati yang rendah kolesterol sehingga dapat mencegah penyakit hipertensi dan serangan jantung (Agus, (2006) dalam Susiana (2010). 

Anda tertarik budidaya jamur tiram pink? 

Caranya sama saja dengan budidaya jamur tiram putih, yang membedakan adalah bibitnya. Tinggal beli ke produsen yang menyediakan bibit jenis ini. Semoga sukses.. 

Batang, 19 Juni 2015/3 Ramadan 1436 H 

Daftar pustaka: 

Agus. GTK. 2006. Budidaya Jamur Shitake, Kuping , Tiram, Lingzhi, Merang. Jakarta: Argomedia Pustaka. 

Djarijah N. M, dan Djarijah A. S, 2001. Budidaya Jamur Tiram, Pembibitan, Pemeliharaan, dan Pengendalian Hama Penyakit. Yokyakarta: Kanisius. 

Susiana. 2010. Pengaruh penambahan gula (sukrosa)terhadap pertumbuhan miselium Jamur tiram merah (pleurotus flabellatus) . Skripsi. Malang: Jurusan biologi, Fakultas sains dan teknologi, Universitas islam negeri (uin) Maulana malik ibrahim.

Uji Viabilitas Bibit Jamur Tiram

Viabilitas dapat diartikan sebagai daya hidup, atau daya tumbuh. Viabilitas dapat dilihat dari kemampuan miselium beradaptasi/mendegradasi bahan yang mengandung lignoseluosa. Bahan yang mengandung lignoselulosa diantaranya serbuk kayu, jerami, sekam padi, tongkol jagung, dll. Semakin cepat miselium merambat, itu menunjukkan semakin tinggi pula viabitilas bibit tersebut. Hal ini bisa kita lihat pada waktu proses pembibitan, ada bibit yang sangat cepat merambat, ada juga yang lambat, bahkan ada juga yang baru merambat sedikit , tiba2 berhenti. Lalu bagaimana menguji daya hidup bibit jamur tiram? 

Uji viabilitas bibit jamur tiram bisa dilihat dari miselium. Misal kita ingin menguji viabilitas bibit induk (f1) media jagung yang kita beli dari seorang produsen bibit. Kita harus membuat media bibit pokok (f2) berbahan lignoselulosa (biasanya disebut dengan bibit serbuk). Bahannya terdiri dari serbuk kayu, dicampur dengan tepung biji-bijian. Setelah diinokulasikan tunggu kurang lebih 1 minggu nanti akan terlihat apakah bibit induk mempunyai viabitilas yang baik atau tidak. Bagaimana ciri2nya..? bila kita dapati miselium pada bibit pokok (f2) mogok, atau sangat lambat itu menunjukkan viabilitas bibit induk (f1) rendah, dan sebaliknya bila miselium merambat dengan cepat berarti miselium bibit induk (f1) mempunyai viabilitas yang tinggi. 

Hal serupa juga berlaku bila kita ingin menguji viabilitas bibit pokok (f2), tinggal lihat kondisi miselium setelah bibit ditanam pada media bibit sebar (f3). Ciri2nya sama dengan uji viabilitas pada bibit induk (f1). Bibit sebar (f3) yang berkualitas akan nampak nampak setelah bibit di tebar di baglog, kalo dalam waktu 24 jam bibit mengembang berarti bibit mempunyai viabilitas tinggi.

Mengapa viabilitas bibit rendah? 

Selain dari indukan bibit yang jelek, bisa juga dikarenakan media yang kurang pas. Misal terlalu banyak kandungan glukosa pada saat pembuatan PDA. Terlalu banyak glukosa menyebabkan miselium menjadi lemah, ibarat manusia kalo kebanyakan makan, maka akan lemas too?? Bisa juga karena memakai kultur yang sudah berulang kali ditanam pada media PDA, (subkultur). Bisa juga karena memakai bibit yang sudah kadaluarsa. Bisa juga media tanam kurang kapur, sehingga media masam (ph rendah). Penggunaan air yang mengandung kaporit juga bisa mempengaruhi viabilitas bibit jamur tiram. 

Sekian, semoga bermanfaat.. 

Tambahan: 

Apabila kita dapati miselium bibit sebar (f3) kita berjalan lambat (viabilitas rendah), jangan buru2 dibuang, karena bibit tersebut masih bisa digunakan. Cuma penggunaannya harus lebih banyak, misal 1 botol bibit sebar biasanya buat 30 baglog, maka dibuat 20 baglog saja.

Miselium yang berjalan lambat bisa juga disebabkan media tanam yang kurang sesuai, sehingga pada uji viabilitas bibit, harus dipastikan media tanam yang digunakan untuk menguji harus sesuai dengan kriteria media yang baik. 

Batang, 31 desember 2014

Bibit Jamur Tiram Pekalongan

Kami produsen bibit jamur tiram dari Subah, Batang. Ingin menawarkan bibit sebar (f3) jamur tiram dengan harga yang lebih terjangkau. Alhamdulillah, sebelum saya menulis artikel ini, bibit sudah menyebar dikalangan petani jamur tiram dibeberapa wilayah pekalongan seperti Lebak Barang, Doro, Kajen, Tirto, Setono, dll. 

Bibit yang kami tawarkan mempunyai spesifikasi sebagai berikut: 

Spesifikasi: Media dibuat dari jagung giling yang dicampur dengan serbuk kayu, dikemas dengan botol kaca. Harga per botol Rp 5.000 rupiah, dapat digunakan untuk 40-50 baglog. 

Cara penggunaan: semprot botol dengan spirtus/alkohol, kemudian buka tutupnya. Ambil spatula, kemudian sterilkan. Bibit diaduk-aduk, kemudian tuangkan bibit ke dalam baglog secukupnya.  

Hubungi : 085226144218/085713716048

Alamat Produksi: Desa Kalimanggis, RT. 01 RT. 02, Kec. Subah, Kab. Batang, Jateng.

Rute Lokasi: Jalan Pantura Pekalongan ke arah timur sampai pasar subah, dari pasar subah ke timur lagi 2 KM ada POM Bensin, masih ketimur lagi 200 meter di sebelah kiri jalan ada Gapura ‘DESA KALIMANGGIS’ masuk.. Alamat produksi tepat di depan Balai Desa. 

Terimakasih.

Bibit Jamur Tiram Batang

Perkenalkan kami produsen bibit jamur tiram dari kecamatan Subah, Batang. Kami ingin menawarkan bibit jamur tiram yang kami produksi sendiri. Bibit yang kami tawarkan sebagai berikut:

Spesifikasi: Bibit sebar f3 (biakan miselium ke 3). Media dibuat dari jagung giling dan serbuk kayu. Dikemas dengan botol kaca 350 ml. Harga per botol 5.000 rupiah, dapat digunakan untuk 40-50 baglog.

Hubungi : 085226144218/085713716048

Alamat Produksi : Desa Kalimanggis, dk. Krajan RT 01/02, Kec. Subah, Kab. Batang. Jateng (Rumah depan balai desa).

Terima kasih.

Mengatasi Si Oncom 'Neurospora'

Salah satu jamur kontaminan yang ditakuti petani jamur tiram adalah neurospora. Neurospora adalah jamur kontaminan yang pertumbuhannya sangat cepat melebihi pertumbuhan bibit jamur tiram. Biasanya baglog yang terserang nerospora sudah kelihatan dalam waktu beberapa hari pasca inokulasi. Miselium neurospora sangat tipis dan menyerupai miselium jamur tiram. Selang beberapa hari akan muncul jamur warna orange di kertas penutup baglog. 

Mengenal Neurospora 

Tak mengenal maka tak tahu.. hehe. Neurospora atau dikenal dengan jamur oncom menyukai bahan yang mempunyai sumber karhohidrat atau gula yang tinggi. Apabila spora oncom menembel pada bahan2 yang mempunyai kadar gula tinggi maka akan sangat cepat perkembangannya. Misaal apabila kita membuang nasi atau jagung rebus, kalo sayang tongkolnya saja.. hehe, maka dalam selang waktu beberapa hari kita dapati di tongkol tersebut sudah berubah warna menjadi orange. Ini dikarenakan serangan jamur oncom yang 'membabi buta'. Si oncom merasa telah menemukan tempat hidup yang layak, setelah terombang-ambing terbawa angin... hahaha. 

Mengatasi Neurospora

Apabila di baglog terlihat ada miselium semu yang perambatannya sangat cepat maka segera ambil, dan dibuang sejauh2nya kalo perlu dibakar, jangan sampai si oncom membentuk tepung orange dikertas/kapas penutup baglog karena apabila spora tersebut sudah 'ngoncom' dan tertiup angin maka spora akan berterbangan kemana2 ini bisa menyebabkan baglog yang ada dalam satu ruangan beresiko terkontaminasi neurospora. Maka sebelum dipake seluruh ruangan perlu dibersihkan dan disemprot pake formalin/alkohol atau fungisida yang bisa digunakan untuk mematikan spora neurospora

Pencegahan Neurospora

Setelah memahami karakter oncom diatas maka kita tahu penyebab mengapa baglog kita terserang oncom.? ya, penggunaan nutrisi yang tinggi menjadi penyebab utama baglog diserang oncom. Kita harus memahami bahwa nutrisi seperti bekatul dan tepung jagung mempunyai kadar karbohidrat dan gula yang cukup tinggi, dengan menambah nutrisi pada baglog maka resiko kontaminasi juga semakin bertambah. 

Coba perhatikan, baglog yang berkadar nutrisi rendah jarang kita dapati si oncom ini menyerang, sebaliknya sering kita dapati oncom menyerang baglog dengan nutrisi tinggi yang mengakibatkan gagal panen..!!! maka perlu diperhatikan bahwa penggunaan nutrisi bekatul/tepung jagung jangan melebihi 15% karena beresiko terserang oncom, dan jamur kontaminan lainnya. 

Semoga bermanfaat. 

Batang, 4 Juli 2014 / 6 ramadhan 1435 H 

Sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4EDPEPrx3EFfuQYDP7OMTqi2Q3uh7csbdOcfVj9VqGi8xxsZezQk7U2xGyOGJMe3vz6OhOuiF2a7uLI1r_swW0VJOJrVpMDaHhOnwqCvzjfEpqk17hwrLm-720HHA94nfUzu2TnL1snk/s1600/oncom.jpg

Kicauan 'Sang Produsen Baglog'

Tulisan ini kami buat semata-mata mengingatkan bahwa dalam dunia bisnis itu banyak sekali 'kicauan' yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, sukanya menjanjikan yang muluk-muluk (berlebihan), tapi ternyata omdo alias omong doang. Termasuk dalam bisnis budidaya jamur tiram, ternyata masih banyak produsen baglog yang suka berbohong, terutama mengenai hasil jamur tiram segar yang dapat diperoleh dari baglog miliknya. 

Saya sendiri kaget ketika berkunjung ke produsen baglog di daerah kami, sang produsen baglog mengatakan bahwa baglog buatannya (uk. 18 x 30 x 0.04) dengan dengan berat sekitar 1 - 1,2 kg, mampu menghasilkan 500 - 1.000 gram atau 0.5 - 1 kg per baglog. Pengalaman yang sama juga dialami oleh teman saya, sang produsen tanpa rasa malu mengatakan bahwa baglog buatannya mampu menghasilkan 700 gram/baglog. Di tempat lain juga sama, dari pengalaman teman2 saya di luar daerah juga ada yang mengatakan hal yang demikian. 

Mungkinkah baglog uk.18 x 30 x 0.04 dengan berat 1 - 1.2kg menghasilkan 500 - 1.000 gram per baglog?

Sebelum membahas hal tersebut, yuks kita mengenal nilai BER baglog jamur tiram..

BER (Biological Efficiency Ratio) menunjukkan kemampuan satu satuan substrat menghasilkan satu satuan tubuh buah jamur dalam 1 periode tanam. Cara menghitungnya sangat mudah yaitu berat jamur tiram banding berat baglog dikali 100 persen. Misal baglog uk. 18 x 30 dengan berat 1 kg menghasilkan 300 gram, maka BER nya adalah 300 banding 1.000 kemudian dikali 100 persen maka BER baglog nya sebesar 30 persen.

Berapa standar BER untuk baglog jamur tiram? 

Para pakar menyebutkan bahwa BER baglog jamur tiram putih (pleurotus ostreatus) sebesar 30 - 35 persen, artinya baglog basah dengan berat 1 kg dengan kadar air 50 - 60 persen hanya mampu menghasilkan sekitar 300-350 gram jamur tiram segar. Lalu apakah dengan pemberian nutrisi tambahan seperti tepung jagung, molase, pupuk, dll dapat meningkatkan nilai BER? Iya bisa, tapi hanya sedikit saja, paling 5-10 persen saja dari hasil standar. Ini pun saya rasa sangat sulit tercapai, karena banyak syarat yang harus dipenuhi.. 

Mungkinkan baglog uk. 18 x 30 x 0.04 dengan berat 1 - 1.2kg menghasilkan 0.5 - 1 kg jamur tiram segar seperti kicauan produsen baglog diatas? saya jawab mungkin sekali........ Caranya? caranya yaitu sebelum panen, jamur disiram dengan air sampai basah kuyup (basah sekali), kemudian setelah panen, bonggol tangkainya jangan dibuang, tapi ikut ditimbang..... Hahaha. Tapi ini juga saya rasa masih sulit untuk mencapai 700-1.000 gram per baglognya. 

Lalu, apa dampak dari kicauan ngawur tersebut?

Yang pertama adalah turunnya harga jual.. Bagaimana tidak? dianggapnya dengan modal beli baglog yang harganya cuma 1.500/baglog dia bisa untung 2.000 rupiah ketika dia jual dengan harga 7.000/kg. Ini yang mengakibatkan pendatang baru yang buta akan harga pasar langsung berani menjual dibawah harga pasar, dia tidak sadar kalo sudah ditipu sang produsen baglog. Yang kedua, pembeli baglog gulung tikar.. Mengapa? karena yang harusnya untung 2.000/baglog, eh ternyata malah buntung.. Yang ketiga, produsen baglog juga bangkrut, karena pembelinya sudah tidak sanggup membeli baglognya lagi, akhirnya baglognya tidak laku..

Yang keempat, petani jamur tidak berdaya.. pengalaman dilapangan bahwa kalo harga jamur sudah turun, maka sangat sulit untuk menaikkannya kembali, petani jamur harus legowo (menerima) bahwa keuntungannya sekarang sudah berkurang... 

Ini kisah nyata akibat kicauan sang produsen yang menjadi salah satu sebab hancurnya harga pasar.. semoga kita bisa mengambil ibrah dari kejadian diatas.. Amiin.

Batang, 7 Maret 2014

Sumber gambar:  http://infoit4.files.wordpress.com/2012/05/guy-fawkes.jpg?w=474

Jamur Tiram Strain Florida

Sebenarnya nama latin dari jamur tiram putih adalah Pleurotus Ostreatus. Pleurotus artinya tumbuh menyamping, dan ostreatus artinya tiram. Sebenarnya strain pleurotus sendiri ada banyak, seperti pleurotus ostreatus, pleurotus sajor caju, pleurotus eryngii, dll. silahkan lihat: Mengenal Berbagai Jenis Jamur Tiram. Namun yang kita bahas adalah strain pleurotus ostreatus varietas (var) florida, karena strain ini yang paling banyak dibudidayakan di indonesia.

Seperti namanya strain ini berasal dari Florida (negara bagian Amerika Serikat). 

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia sendiri sebenarnya sudah berhasil membuat strain sendiri yaitu, strain emas, ratu dan zafira. Silahkan lihat: Jamur Tiram Strain Baru. Strain ini merupakan hasil riset dari Balai Penelitian Tanaman dan Sayuran, yang dianggap lebih unggul dari strain lokal (?). Namun sayang, strain tersebut masih sulit kita dapatkan.. Oke, kita lanjutkan pembahasan mengenai Jamur tiram strain florida. 

Ciri- ciri jamur tiram strain florida. 
  • Pinhead, batang, dan tubuh buah berwarna putih. 
  • Memiliki banyak cabang. Tangkai tidak berbulu. 
  • Memiliki kadar air yang cukup banyak. 
  • Mampu beradaptasi pada suhu diatas 25'C. 
  • Cocok dibudidayakan di dataran rendah. 
Nama ilmiahnya yaitu pleurotus ostreatus var. Florida. Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang adalah jamur tiram yang sedang kita budidayakan ini termasuk strain apa? Apakah pleurotus ostreatus florida? Anda bingung? Saya juga bingung... hehe, karena tidak ada yang bisa dijadikan rujukan mengenai ini, semuanya masih abu-abu. Namun, dari informasi yang saya dapat bahwa strain dengan ciri-ciri diatas termasuk strain florida, bahkan di luar negeri pun sudah mengenalnya sebagai strain florida. Sehingga, saya anggap bahwa strain yang banyak dibudidayakan di indonesia termasuk strain florida.

Kelebihan strain ini adalah lebih berbobot daripada strain lain, sehingga lebih menguntungkan. 

Batang, 20 Februari 2014 

NB: bagi praktisi/pakar/ahli mikrobiologi, mohon tulisan diatas dikoreksi. Terimakasih.

Jual Baglog Jamur Tiram Putih

Alhamdulillah, mulai hari Jum'at, tanggal 29 Mei 2015, kami sepakat untuk menjual baglog jamur tiram putih. Biasanya kami memproduksi baglog untuk kebutuhan sendiri, namun karena banyak permintaan maka kami putuskan untuk menjualnya, dan bagi pemula yang ingin bisnis budidaya jamur tiram tanpa mau repot bisa membeli baglog ketempat kami. Kami jual dengan harga yang terjangkau... 

Spesifikasinya sebagai berikut: 

- Strain Tiram Putih
- Uk. 18 x 35 X 0.04
- Berat 1,1 – 1,3 kg
- Hasil 300 – 400 gram 
- Harga 2.000 

Bagaimana Murah kan? kalo kita hitung, (misal harga jamur 10.000/kg), dan harga per baglog 2.000/baglog menghasilkan 350 gram, maka per baglog menghasilkan: 10 x 350 = 3.500.. keuntungannya 3.500 – 2.000 = 1.500 per baglog, lumayan kan? kalo 10.000 baglog? Ya, tinggal hitung sendiri...... hehe. 

Ok, tertarik.............???? 

Kalo tertarik, silahkan sms/hub: Khoirul Huda (08562881606) 

Alamat produksi: Desa Kalimanggis, RT. 01 RT. 02, Kec. Subah, Kab. Batang, Jateng.

Rute Lokasi:

Dari Barat:
Jalan Pantura Pekalongan ke arah timur sampai pasar subah, dari pasar subah ke timur lagi 2 KM ada POM Bensin, masih ketimur lagi 200 meter di sebelah kiri jalan ada Gapura 'DESA KALIMANGGIS' masuk.. Alamat produksi tepat di depan Balai Desa.

Dari Timur:
Alas Roban lurus sampai pasar banyuputih, masih ke barat kira2 3 KM, nanti sebelah kiri ada rumah makan SELERA, sebelah kanan jalan ada Gapura 'DESA KALIMANGGIS' masuk.. Alamat produksi tepat di depan Balai Desa.

Baglog yang kami jual BERGARANSI...!!!! Kalo ada baglog yang tidak tumbuh jamur, silahkan bawa ke tempat kami, dan kami akan ganti 100 persen.

Kami menjamin kualitas baglog yang kami jual.

Terimakasih.... 

Batang, 29 Mei 2015.

Budidaya Jamur Tiram Media Jerami

Ketika musim panen tiba, timbul masalah berupa limbah jerami. Limbah jerami ini biasanya ditumpuk di tengah petakan sawah atau di pinggir pematang sawah, yang kemudian dibuang atau dibakar untuk diambil abunya. Padahal pembakaran jerami akan mengakibatkan sebagian unsur hara (seperti N, P, K, dan Si) akan berkurang/hilang, belum lagi dampak pencemaran udara yang ditimbulkan akibat pembakaran tersebut. 

Menurut Berita Resmi Statistik (2006), produksi padi nasional mencapai 54,75 juta ton pertahun pada tahun 2006, meningkat sebesar 1,11% dibandingkan produksi padi tahun 2005. Peningkatan produksi padi juga diiringi peningkatan limbah jerami padi . Menurut Kementrian Pertanian (2012), per ha sawah menghasilkan sebanyak 3-4 ton jerami kering. Coba dibayangkan kalo semua jerami dibakar? Pasti akan berakibat pencemaran udara yang hebat, yang tentu akan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.. 

Sebenarnya ketersediaan jerami padi ini cukup potensial bila diawetkan melalui pengeringan sinar matahari, lalu ditumpuk di tempat yang diberi naungan agar tidak kehujanan untuk dimanfaatkan sebagai media budidaya jamur tiram. Lalu bagaimana cara membuat media dari jerami padi? Berikut cara membuat media dari jerami padi. 
  1. Siapkan jerami padi yang sudah dicacah sebanyak 100 kg. 
  2. Campurkan jerami padi, dedak, kapur dan gipsum dengan berbandingan (100kg:10kg:2,5kg:2kg). Tambahkan air jika campuran terlalu kering. 
  3. Lalu diaduk hingga merata kemudian ditutup dengan plastik selama 48 jam dengan ph 6-7. 
  4. Masukkan media ke dalam plastik (baglog) dengan mempersiapkan plastik pp tahan panas yang memiliki ketebalan 0,5 mm berukuran 18 x 30 cm, masukkan media kedalam plastik dan dipadatkan hingga beratnya 1kg-1,3kg. Pasang cincin dan tutupnya. 
  5. Selanjutnya baglog dikukus dalam drum selama 6-8 jam. 
  6. Setelah dikukus dilakukan pendinginan selama 12 jam (semalam). 
  7. Tahap berukutnya yaitu inokulasi (penanamn bibit). Inokulasi ini dilakukan secara aseptik. Bibit dimasukkan ke baglog dengan menggunakan sendok. 
  8. Baglog diinkubasi selama 40-50 hari dengan suhu kamar. 
  9. Inkubasi baglog sampai meselium menutupi media secara merata. Baglog yang sudah ditumbuhi miselium ditempatkan di rak-rak dlam rumah jamur (kumbung). 
  10. Buka tutup baglog agar jamur dapat tumbuh setelah 2 minggu baglog dibuka. 
  11. Panen jamur segar setelah 2-3 hari. 
Petani jamur di Indonesia masih jarang yang memanfaatkan jerami sebagai media budidaya jamur tiram. Jerami padi biasa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, pakan ternak dan media budidaya jamur merang. Namun, dengan melihat potensi limbah jerami ini, tidak ada salahnya kita mencoba mengaplikasikannya pada budidaya jamur tiram. Jerami juga sebagai alternatif lain pengganti serbuk kayu, terutama bagi petani yang sedang kesulitan mendapatkan serbuk kayu, karena sekarang serbuk kayu sudah menjadi rebutan, antara sesama petani jamur, pengrajin batu bata, maupun industri tebu. Dengan memanfaat jerami untuk budidaya jamur tiram berarti kita telah membantu mengatasi limbah pertanian di Indonesia..

Batang, 16 Januari 2014

Sterilisasi Baglog Jamur Tiram

Sebenarnya postingan mengenai sterilisasi baglog jamur tiram harusnya sudah dibahas dulu sebelum postingan Cara Inokulasi Media Tanam, namun apa boleh buat walau sudah terlambat, tidak ada salahnya kita bahas kembali mengingat masih banyaknya petani jamur kita yang gagal panen diakibatkan kontaminasi yang biasanya disebabkan oleh proses sterilisasi yan kurang sempurna. Lanjut............. 

Tujuan dari sterilisasi adalah membunuh atau menon-aktifkan mikroba patogen yang berpotensi menjadi kontaminan pada baglog jamur tiram. Biasanya sterilisasi menggunakan panas uap dari pembakaran langsung atau uap panas yang dihasilkan dari boiler, atau tungku sederhana.

Sebenarnya ada 2 cara untuk menon-aktifkan mikroba patogen yaitu yang biasa dikenal dengan istilah pasteurisisasi dan sterilisasi. 

Pasteurisasi 

Pasteurisasi adalah suatu proses mematikan sebagian mikroba patogen pada baglog jamur tiram dengan suhu dibawah 100’C dan dalam tekanan normal. Perlu diingat bahwa pasteurisasi hanya mengurangi mikroba yang berpotensi menjadi kontaminan. Kebanyakan petani masih menggunakan metode pasteurisasi untuk mematikan mikroba patogen, yaitu dengan menggunakan drum atau bak kayu/beton yang dialiri uap panas dari boiler. Kelemahan dari pasteurisasi adalah resiko terkena kontaminasi masih cukup besar, dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Biasanya petani menghabiskan 1 tabung gas waktu sekitar 6-8 jam untuk menyeterilkan sekitar 100-140 baglog. Sedangkan kelebihan dari pasteurisasi adalah kandungan nutrisi pada baglog tidak banyak berkurang. 

Sterilisasi 

Sterilasi adalah suatu proses mematikan seluruh mikroba patogen pada baglog jamur tiram dengan suhu diatas 100’C dan dalam tekanan tinggi. Berbeda dengan pasteurisasi, kalo pasteurisasi hanya membuat mikroba sempoyongan tidak berdaya, dan mematikan sebagiannya, sedangkan sterilisasi bertujuan untuk mematikan mikroba sampai ke akar-akarnya. Jadi dengan sterilasi, mikroba, spora ataupun miselium jamur liar akan mati mengenaskan, (duh kasian......). Sterilisasi baglog biasanya menggunakan autoclave ukuran besar yang mampu menampung ratusan bahkan ribuan baglog sekali masak. Waktu yang diperlukan juga lebih singkat antara ½ jam sampai 1 jam, baglog sudah matang. Kelemahan sterilisasi adalah nutrisi akan banyak hilang apabila suhu yang digunakan terlalu tinggi dan dalam waktu yang lama, alatnya mahal, dan juga membutuhkan operator yang berpengalaman. Sedangkan kelebihan dari sterilisasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyeterilkan mikroba jauh lebih cepat, dan juga lebih hemat bahan bakar dibanding dengan pasteurisasi. Autoclave sangat cocok untuk usaha jamur berskala besar. 

Pilih mana? mau menggunakan sistem pasteurisasi atau sterilasi? Sesuaikan saja dengan modal kita... hehehe. Ok sekian, semoga sukses........... 

Batang, 27 Desember 2013

Membuat Bibit Sebar (F3) Jamur Tiram

Membuat bibit sebar (f3) jamur tiram caranya sama dengan Membuat Bibit Pokok (F2) Jamur Tiram, namun karena untuk meningkatkan SEO (Search Engine Optimization) pada blog ini maka dengan senang hati saya bahas kembali.. hehe. Bagi yang belum membaca posting membuat bibit pokok (f2) jamur tiram, maka ada baiknya membaca artikel ini, karena isinya sama, dan bagi yang sudah membacanya, ya semoga dapat mengingatkan kembali, atau kalo bosan ya langung di tutup saja.. hehe. Ok, kita bahas kembali.. 

Bibit sebar (f3) adalah bibit hasil turunan bibit pokok (f2), yang nantinya akan ditebar/ditanam pada baglog jamur tiram. Cara membuatnya sama dengan membuat bibit pokok (f2) jamur tiram, yaitu bisa dengan media biji-bijian atau media serbuk kayu. Berikut cara membuat bibit sebar jamur tiram. 

Bibit Sebar (F3) Media Biji-bijian 

Bibit ini dibuat dari memanfaatkan biji-biian seperti jagung, gabah, sorgum, dll yang dicampur dengan kalsium carbonat/kapur pertanian (dolomit). Karena media yang biasa digunakan adalah jagung, maka saya cukupkan hanya membahas media jagung saja, karena media biji-bijian yang lainnya saya rasa tidak jauh berbeda dengan media jagung. Cara membuatnya adalah sebagai berikut. 
  1. Jagung utuh dicuci bersih dan direndam dalam air selama 24 jam. Kemudian cuci bersih kembali.
  2. Rebus jagung sampai melekah (kurang lebih 1 jam setengah). Kemudian tiriskan.
  3. Campur jagung dengan kapur sebanyak 1-2%, dan aduk sampai rata, kemudian biarkan beberapa menit hingga kadar airnya berkurang. 
  4. Masukkan jagung kedalam botol, kemudian sumbat dengan kapas, tutup dengan plastik dan ikat dengan karet gelang. 
  5. Media siap disterilkan selama kurang lebih 1 jam menggunakan autoclave dan 4 jam menggunakan dandang besar/drum. 
  6. Bongkar media, kemudian masukkan ke dalam ruang inokulasi. 
  7. Media siap diinokulasi dengan bibit induk, caranya sama dengan inokulasi pada baglog, silahkan lihat: Cara Inokulasi Media Tanam.
Bibit Sebar (F3) Media Serbuk 

Bibit ini dibuat dari serbuk kayu yang biasanya dicampur dengan bekatul dan tepung jagung, yang kemudian dicampur dengan kalsium karbonat/kapur pertanian (dolomit), ada juga yang menambah gula atau bahan lainnya. Pencampuran bahan-bahan ini dimaksudkan untuk menambah kandungan nutrisi yang ada dalam serbuk. Cara membuatnya adalah sebagai berikut. 
  1. Campurkan semua bahan serbuk gergaji, bekatul, dan tepung jagung dengan perbandingan 4:2:1, atau suka-suka, pada umumnya serbuk gergaji > bekatul > tepung jagung. Tambahkan kapur sebanyak 1-2%. Kemudian campur dengan air secukupnya. 
  2. Kompos sehari semalam, atau kalo tidak sabaran.. hehe, bisa langsung dimasukkan kedalam botol kemudian sumbat dengan kapas, tutup dengan plastik dan ikat dengan karet gelang. 
  3. Media siap disterilkan selama kurang lebih 1 jam menggunakan autoclave dan 4 jam menggunakan dandang besar/drum. 
  4. Bongkar media, kemudian masukkan ke dalam ruang inokulasi. Media siap diinokulasi dengan bibit bibit induk, caranya sama dengan inokulasi pada baglog, silahkan lihat: Cara Inokulasi Media Tanam.
Gimana, sama seperti membuat bibit pokok (f2) to..?? hehe. Untuk kelemahan dan kelebihannya setahu saya, kalo bibit jagung kelebihannya adalah miselium lebih cepat merambat, daya simpan lebih lama dan bisa lebih banyak untuk meng-inok baglog, sedangkan kekurangannya adalah lebih beresiko jagung dimakan tikus pada masa inkubasi. Sedangkan bibit serbuk kelebihannya adalah aman dari serangan tikus dan pada panen pertama lebih berbobot, sedangkan kekurangannya adalah bibit lebih cepat jebol (muncul pinhead)/kadaluarsa. 


Batang, 20 Maret 2013

Hukum Meminjam Uang di Bank Untuk Usaha

Bertepatan dengan bulan yang benuh berkah yaitu bulan Ramadhan 1434 H, maka saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga segala puasa dan segala amal kebaikan yang kita lakukan di bulan puasa ini diterima oleh Alloh Azza Wa Jalla. Amin.
 
Mungkin pembaca akan kaget, mengapa postingan kali ini mengenai hukum islam padahal blog ini adalah blog jamur, yang membahas seputar budidaya jamur? Ya, karena bertepatan dengan bulan puasa yang penuh berkah ini tidak ada salahnya membahas tentang masalah fiqh muamalah, salah satunya adalah Hukum Meminjam Uang di Bank untuk Usaha, dalam hal ini saya khususkan bagi diri saya sendiri dan bagi semasa petani jamur muslim agar usaha jamur kita menjadi lebih berkah. 

Lalu bagaimana hukum meminjam uang di bank untuk membuka usaha atau mengembangkan usaha jamur? maka saya akan nukilkan pembahasanya dari artikel Konsultasi Syariah. Semoga bermanfa'at..

Disebutkan dalam hadist dari Ibnu Mas'ud radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang makan riba, pemberi makan riba, dua saksi transaksi riba, dan orang mencatat transaksinya." (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan disahihkan Al-Albani)

Dalam riwayat yang lain, dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat 10 orang: pemakan riba, pemberi makan riba, dua saksi transaksi riba, dan orang mencatat transaksinya.” (HR. Ahmad 635)

Dalam riwayat Baihaqi terdapat tambahan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan: “Mereka semua sama.” (Baihaqi dalam As-Shugra, 1871).

Dalam Aunul Ma’bud Syarh sunan Abu Daud dinyatakan: "Pemberi makan" maksudnya yang memberikan riba kepada orang yang mengambilnya. (Aunul Ma’bud, 9:130)

Dan masih banyak penjelasan lainnya, yang semuanya memberikan kesimpulan bahwa "pemberi makan riba" adalah nasabah yang berutang ke rentenir atau bank. Konsekuensinya, dia harus memberikan bunga kepada bank. Meskipun dia sama sekali tidak makan riba itu, tapi bank-lah yang makan.

Al-Khatib mengatakan, "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman yang sama pada keduanya, karena mereka sama-sama terlibat dalam perbuatan itu (transaksi riba) dan saling membantu untuk melakukannya. Meskipun yang satu untung dan yang satu terzalimi." (Faidhul Qadir, 1:53)

Berdasarkan kesimpulan di atas, meminjam dari bank meskipun untuk tujuan usaha yang halal, statusnya terlarang. Karena bagaimanapun bank akan mempersyaratkan riba, meskipun bisa jadi usahanya untung besar, dan bisa menutupi cicilan bank. Namun hakikatnya itu bukan bagi hasil, tapi itu riba yang telah ditetapkan nilainya di awal transaksi. Sebagai orang yang beriman, tentu kita tidak ingin mendapatkan laknat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selesai.

Dalam Fatwa MUI tahun 2004, juga disebutkan secara tegas bahwa praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada zaman Rasulullah shallahu 'alaihin wa sallam, yaitu Riba Nasi’ah. Praktek seperti itu hukumnya haram, baik dilakukan oleh Bank, Asuransi, Pasar Modal, Pegadaian, Koperasi, dan Lembaga Keuangan lainnya maupun dilakukan oleh individu.

Mungkin, akan terbesit dalam benak kita, kalo kita tidak boleh minjem di bank, lalu kepada siapa? Ya, silahkan pinjem ke saudara, atau mencari investor dengan sistem bagi hasil, atau menjual tanah/barang atau bersabar dengan modal usaha yang ada.  Insya Alloh lebih barokah di dunia dan di akhirat.

Semoga nanti ada jalan dan kemudahan bagi kita untuk mengembangkan usaha jamur kita tanpa riba yang  akan menyengsarakan di dunia dan di akhirat. Semoga hadist berikut menjadi obat bagi kita yang sedang galau.. hehe.

"Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Semoga bermanfaat..!!!

Batang, 11 Juli 2013/3 Ramadhan 1434 H

Sumber gambar:  http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTLd5BHJltzcBs6ADCC-vcf7uiqtQBhNd_QxjyOVHw40p65Avi2

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha , Car Price in India